•• BOBO ••
“What is that, Bunda?”
“This used to be the most popular magazine in Indonesia when I was a child. But I’ve never had one.”
“Why?”
Lalu meluncurlah kisah tentang sang bunda yang tak pernah tega untuk minta apa-apa pada para eyang, sejak dulu. Jangankan majalah, minta dibelikan jajanan pun mulut ini tak pernah bisa mengucap. Bahkan sampai di masa kuliah, membeli buku pun tak pernah minta orang tua.
Bobo.
Siapa tak kenal majalah anak-anak yang terbit sejak 1973 ini? Dulu, rasanya tak ada yang tak pernah membeli atau membaca majalah ini. Meski tak semua juga pernah memiliki.
Sebagai bocah kecil yang introvert, membaca adalah cara terbaik menenggelamkan diri. Bobo jadi salah satu penyelamat, meski untuk membacanya harus meminjam pada tetangga sebelah. Tetangga yang membuka perpustakaan sederhana dan meminta uang sewa pada kami teman-temannya. Maka uang jajan lah yang jadi korban, demi keinginan untuk membaca buku yang tak mungkin bisa dibeli dulu.
Tak tega rasanya meminta orang tua untuk membeli apalagi berlangganan majalah seru ini. Padahal hanya berharga Rp 65 saja kalau tak salah waktu itu.
Memegang Bobo di usianya yang ke 50 saat ini, seperti mengembalikan seluruh kenangan tentang masa lalu. Tak semuanya seru, banyak juga yang sendu. Tapi apalah arti hari ini kalau tak ada kisah yang lalu.
Hey, gadis kecil yang selalu menunduk malu karena rendah rasa percaya dirimu. Percayalah, kelak akan tercapai semua cita-citamu. Tak apa, dulu tak ada orang mengenalmu. Tak apa, dulu beberapa melakukan perundungan padamu. Percayalah, semua ketidakmudahan itu akan membuatmu tumbuh menjadi perempuan yang tidak mudah menyerah, dan penuh dengan semangat untuk meraih masa depan cerah.
Tak apa dulu tak pernah memiliki barang hingga majalah yang paling hits di masamu.
Sekarang, majalah itu ada di tangan. Ibarat perjalanan hidup yang penuh tantangan namun banyak jalan terang, dan pintu yang terbuka lebar.
Selamat berusia 50, Bo. Terima kasih sudah menjadi teman di masa kecil kami semua. Terima kasih juga untuk “kamyu” yang sudah menjadi jalanku mengenang kembali masa lalu.
Love,
яєяє


Leave a comment