Reyn's Lanes

Everyone has their own lane, and these … are mine


Aljunied – The Story Behind The Name

Published by

on

Aljunied – The Story Behind The Name

Senin yang cerah, wajib dijalani dengan sumringah. Meski nampak serius karena berjudul kuliah. Namun tak seperti di masa dulu, kuliah kali ini mengambil tempat di sebuah museum.

Asian Civilization Museum, yang dulu seringkali kudatangi bersama para krucil, demi memperkenalkan ragam budaya Asia khususnya Singapura.

Penting bagiku mengajarkan mereka untuk mengenal sejarah, karena peradaban manusia tak akan lepas dari masa lalu dengan banyak kisah.

Hari ini, bersama si dia yang manis, kami belajar tentang sejarah Aljunied, yang namanya diabadikan menjadi salah satu destinasi MRT jalur hijau. Pembicaranya adalah generasi ke-5 keluarga Aljunied, Sharifah Zahra Bte Syed Junied Aljunied, yang sebelumnya bekerja sebagai seorang pustakawan di National Library Board Singapura.

Banyak hal menarik yang kami temukan sepanjang kuliah berlangsung, seperti bagaimana silsilah keluarga Aljunied terbentuk bermula dari Rasulullah SAW. Dalam materinya, tersebut nama keluarga Alsagoff yang juga berperan penting dalam pembentukan Singapura.

Keluarga Aljunied sendiri berasal dari sebuah kota di lembah Hadhramaut (Selatan Yaman) bernama Tarim. Syed Mohammad Bin Harun Aljunied dan Syed Omar Bin Ali Aljunied adalah generasi pertama yang menginjakkan kaki di Singapura, sekitar tahun 1819. Meski berasal dari Tarim, namun hijrah mereka pertama kali justru di Palembang. Ya, Palembang Sumatera Selatan.

Almarhum ayah mertua semasa hidupnya, juga pernah bercerita bahwa sebenarnya kakek buyutnya adalah keturunan Palembang. Ada sebuah tempat di sana yang menjadi kampung Arab, bahkan ada kampung Alsagoff juga. Menarik, ya!

Keturunan-keturunan Arab yang berada di Singapura, di masa awal berdirinya negara ini, terkenal sebagai saudagar atau juragan tanah. Fakta menarik kami temukan, bahwa ternyata Tan Tock Seng hospital berdiri di atas tanah keluarga Aljunied. Surat pembeliannya juga diperlihatkan oleh narasumber, beserta dokumen-dokumen lainnya.

Keluarga Alsagoff dulu dikenal berkecimpung dalam bidang properti. Beberapa bangunan di Singapura juga didirikan di atas tanah milik keluarga Alsagoff ini. Mereka juga terlibat dalam kegiatan haji, bahkan menyediakan sebuah tempat yang kini biasa disebut asrama haji, bernama The White Marble House.

Di akhir sesi, sebuah buku kubeli untuk semakin menuntaskan rasa penasaran yang belum sempat terjawab sepanjang satu jam masa kuliah. Tentu saja tak lupa meminta sang penulis untuk membubuhkan tanda tangannya sebagai hadiah.

Konsep family tree ini sangat menarik. Membuat rasa penasaran semakin naik. Sebuah tempat di selatan dan pusat Jakarta akan jadi tujuan di kala mudik. Demi mendapat alur garis keturunan keluarga suami, Syed Abdullah Alsagoff, dengan lengkap dan baik. Fix!

Kalau ingin mencari tahu tentang family tree keluarga Arab-mu, bisa mendatangi Rabithah Alawiyah Maktab Daimi, Alawiyin Statistical Centre. Dengan memberi informasi nama para buyut, mereka akan menelusuri garis keturunanmu sejak awal hingga ke cucu dan cicit. Cari, Cint!

Love, Rere

Leave a comment