Reyn's Lanes

Everyone has their own lane, and these … are mine


Gallbladder Inflammation

Published by

on

Gallbladder Inflammation

“Bunda, are you okay?”

Tanya si tengah ketika kuminta menggoreng telur untuk makan malam setelah seharian meringkuk kesakitan.

Ya, Jumat siang sekitar pukul tiga kurasa sakit yang luar biasa di area perut sebelah kanan. Awalnya kupikir gastritis yang memang sudah sering sekali kumat. Dua butir obat antasida pun kutelan dengan harapan rasa sakitnya hilang, seperti biasa.

Ternyata, tidak.

Rasa sakit yang ini tak juga hilang, bahkan setelah butir-butir obat selanjutnya kutelan. Sakitnya begitu tajam, menusuk di bagian perut kanan hingga ke dada dan punggung bagian belakang. Mencoba untuk inhale dan exhale pun percuma. Makin panjang nafas kutarik makin tajam rasa sakit menusuk perih.

Tetap kucoba menahan sakit dengan meletakkan hot pad di atas perut lalu mencoba tidur malam harinya. Pukul dua pagi, kutelan dua butir Panadol karena sudah mulai frustasi tak juga bisa memejamkan mata. Akhirnya pukul tiga, kubangunkan suami karena sakitnya sudah mulai di luar batas. Menuju A&E pun kami melaju di pagi buta itu.

Setelah bertemu seorang spesialis Colorectal dan melalui serangkaian pemeriksaan, ternyata sakit yang kurasakan akibat empedu yang mengalami pembengkakan. Dalam bahasa kedokteran dikenal dengan istilah Cholescystitis atau Gallbladder Inflammation. Penyebabnya mungkin dari bakteri, batu empedu, atau tumor.

Akhirnya pagi itu juga, dokter memutuskan untuk menahanku di rumah sakit untuk di-observasi. Tindakannya sementara diputuskan melalui pengobatan lewat infus, sambil memeriksa apakah ditemukan batu empedu.

Namun lewat USG dan pemeriksaan urine, tidak ditemukan batu jadi tak perlu melakukan operasi angkat empedu. Sakit yang kurasakan juga perlahan hilang setelah diberi antibiotik dan pain killer. Hanya saja dari pemeriksaan itu ditemukan cyst di dua lokasi, yang tidak perlu dikhawatirkan kecuali menimbulkan rasa sakit.

Jadi, apa penyebab empeduku membengkak? Entahlah. Mungkin dia iseng aja.

Alhamdulillah, Sabtu siang kemarin sudah diperbolehkan pulang. Tentu saja dengan membawa sejumlah obat untuk dikonsumsi seminggu sampai janji temu. Juga kewajiban untuk mengonsumsi makanan lembut seperti bubur dan buah-buahan tentu. Oh, well.

Terima kasih untuk semua doa baik, cinta dan perhatian dari semua, melalui pesan singkat hingga DM di sosial media. Semoga Allah memberikan limpahan kebaikan dan kesehatan untuk teman-teman semua. Percayalah, sehat itu harta!

Love,
ℛ𝑒𝓇𝑒

Leave a comment