•• Another Departure. Another Starter ••
Kesempatan yang muncul dalam hidup jangan pernah dilewatkan atau diabaikan.
Termasuk menjadi seorang leader untuk grup jemaah umrah. Tidak mudah, tapi juga tak selalu hilang arah. Menghadapi sebuah permulaan hingga menyaksikan banyak sekali perubahan, ini yang luar biasa.
Merangkul banyak jiwa menjadi saudara awalnya memang tak selalu menghasilkan senyuman, tapi lambat laun justru patah ketika berpisah. Berjalan bersama hingga 11 hari lamanya, membangun sebuah rasa yang tak bisa diungkapkan dalam kata.

Dalam perjalanan itu tak semuanya mulus, terkadang harus kecewa karena tak sesuai dengan keinginan. Namun ilmu tentang keikhlasan dan berbaik sangka pada Yang Maha Kuasa, yang akhirnya akan membawa ketenangan. Hingga tak akan pernah ditemukan wajah-wajah penuh kecewa dari jemaah, namun senyum penuh ridha pada rencana dan ketentuan-Nya.
Satu kesulitan, berjuta kemudahan.

Perjalanan jemaah Noah 7-17 Februari 2024 dimulai dari sembilan jam penerbangan menuju Jeddah, King Abdul Aziz International Airport. Niat umrah dilakukan di atas pesawat, di miqot bernama Yalamlam. Sebagai penanda awal perjalanan umrah para jemaah. Jangan takut, pemberitahuan tentang miqot ini akan diperdengarkan melalui video yang diputar di pesawat. Group leader juga akan memberitahu jemaah untuk mula berihram dan membaca niat umrah.
Day I
Sesampainya di Jeddah, jemaah masih harus menaiki bus untuk menuju ke Mekkah Al Mukaromah. Hingga tiba di Swissotel Al Maqam, tempat bermalam selama di Mekkah.

Umrah pertama para jemaah dilakukan pada 8 February 2024 pukul 3 dini hari. Tak pernah terbayang di benak akan mengalami tawaf yang penuhnya bak musim haji. Pengalaman yang cukup mengesankan bagi sebagian jemaah yang baru pertama kali melaksanakan.

Tubuh yang terombang ambing lautan manusia, yang kadang tanpa tedeng aling-aling membanting tubuh ke kiri dan kanan. Penuh sesak hingga sulit bernafas. Namun semua tetap fokus dan mendengarkan arahan mutawif melalui sambungan transmitter, yang mempermudah jemaah. Satu putaran hingga berakhir di tujuh yang tidak mudah, namun berhasil juga diselesaikan.

Sayangnya, suasana maktaf yang penuh sesak membuat kami tidak berhasil melakukan sholat sunah tawaf dan minum air zamzam di depan Kabah. Tetap kami lakukan tapi di bagian dalam Masjidil Haram.
Kemudian kami melanjutkan rukun selanjutnya yaitu Sa’i, setelah melaksanakan sholat Subuh di area bukit Shafa.

Alhamdulillah. Umrah pertama berhasil diselesaikan para jemaah dengan tertib setelah melakukan tahalul. Jemaah lelaki pergi ke barber shop yang ada di seputaran masjid, sementara jemaah wanita melakukannya di dalam kamar hotel.


Hari pertama di kota Mekkah, ditutup dengan sarapan bersama di restoran hotel dengan beragam menu yang menggugah selera.

Apa kegiatan kami di esok hari? Nantikan cerita selanjutnya.
Love, Rere


Leave a comment