Reyn's Lanes

Everyone has their own lane, and these … are mine


Man Robbuka!

Published by

on

Man Robbuka!

Film garapan Joko Anwar berjudul Siksa Kubur ini, alih-alih bikin takut malah membuat dada sesak dan mata berkaca.

Film ini memang paling ditunggu sejak tayang di bulan April lalu. Genre horor thriller yang disajikan, ternyata tidak sengeri film bertema sejenis lainnya. Biasanya, sembunyi di balik punggung suami sembari menutup telinga rapat-rapat, hingga dijuluki penakut tapi sok jagoan. Jago ngajak nonton horor saja.

Psstt! Selanjutnya … ini mengandung spoiler. 😆

Kisah dibuka dengan bom bunuh diri yang menewaskan orang tua Sita dan Adil, di depan mata mereka. Sejak hari itu, Sita tumbuh besar menjadi remaja yang penuh dendam dan tidak percaya pada agama. Tujuan hidup Sita hanya satu, mencari orang yang paling berdosa di dunia untuk membuktikan bahwa siksa kubur itu tidak ada.

Kehidupan berjalan tidak mudah untuk mereka berdua, apalagi ketika Adil mendapat pelecehan di pesantren tempat mereka belajar. Pelakunya adalah seorang donatur yang memberikan kontribusi besar pada pesantren, dan bukan hanya Adil saja korbannya ternyata.

Singkat cerita, Adil dan Sita lalu berhasil kabur dari pesantren dengan melewati sebuah terowongan tua. Di dalam terowongan, Sita bertemu dengan arwah seorang bocah bernama Ismail, yang ternyata juga salah satu di antara puluhan korban sang donatur predator anak.

Beranjak dewasa, Sita bekerja sebagai seorang perawat di sebuah panti jompo. Sementara Adil bekerja sebagai seorang pemandi jenazah. Di panti, Sita merawat seorang lelaki bernama Wahyu, yang mengalami dementia dan menolak untuk tinggal bersama keluarganya.

Siapa mengira, ternyata Wahyu adalah sang donatur yang dulu mencabuli Adil di pesantren. Ketika akhirnya Wahyu bunuh diri dengan menembakkan pistol ke mulutnya, Sita meminta Adil untuk menguburkannya juga, di samping lelaki itu yang menurutnya adalah manusia paling berdosa. Ia ingin membuktikan bahwa rasa takut yang diajarkan dalam tuntunan agama tentang siksa kubur, bohong adanya. Bahwa agama hanya berisi kebohongan dan rasa takut yang tidak nyata. Sementara mereka yang melakukan kejahatan, tidak mendapat balasan apa-apa.

Berbekal sebuah handycam, Sita mulai merekam apa yang terjadi di dalam liang kubur, di sebelah jenazah Wahyu. Awalnya tak ada kejadian apapun, sampai beberapa kejadian aneh membawa Sita kembali ke dalam terowongan tua dimana ia kembali bertemu dengan arwah Ismail. Akhirnya Sita menyaksikan bagaimana Wahyu mendapat siksa di kuburnya tanpa henti. Hingga ia menangis lalu bertaubat dan meyakini bahwa apa yang diajarkan dalam agama itu benar adanya.

Lantas mampukah Sita keluar dari dalam kuburan? Nah, silahkan menonton dan menyimpulkan akhir kisahnya. Jangan berkedip dan jangan terlewat adegan demi adegan, karena film ini bak potongan puzzle dengan dialog yang tidak biasa.

Baru kali ini film horor tidak membuat takut, tapi malah sedih hingga terhanyut.

Film ini patut ditonton agar tidak ada lagi manusia-manusia berhati jahat, yang munafik, sering berkata bohong, dan suka memfitnah sesama. Ingat, ada Siksa Kubur menanti di akhirat untuk segala perbuatan.

PS: Film ini dikategorikan M18 dan hanya bisa ditonton usia 18 tahun ke atas.

Love,
Rere

Pic: Courtesy of CNN Indonesia

Leave a comment