•• Y.O.L.O ••
“Have you ever won? Just once?”
Film yang aneh! Saking anehnya, sampai bisa membuat si bunda “batu” nangis hebat.
YOLO menceritakan tentang kisah Du Le Ying, seorang gadis berusia 32 tahun, yang menarik diri dari dunia luar dan menghabiskan waktunya bermalas-malasan. Hingga sebuah pertengkaran hebat dengan sang adik, membawanya pergi meninggalkan rumah untuk hidup sendirian.
Ia lalu harus menghadapi banyak kekecewaan, patah hati, dan sederet kesedihan yang bahkan sempat membuatnya memilih untuk mengakhiri hidup. Hingga akhirnya, boxing menjadi jalan untuknya menghadapi dunia yang tak pernah ramah dan selalu redup. Le Ying akhirnya mengalami perubahan besar dalam hidup.
Ia lalu memutuskan untuk mengikuti sebuah turnamen tinju melawan petinju profesional. Le Ying ingin sekali saja merasakan sebuah kemenangan dalam hidupnya yang penuh dengan kekalahan.
Segala emosi, kesedihan, kekecewaan yang pernah dihadapi, dilampiaskannya di atas ring. Meski membuatnya kalah hingga babak belur, Le Ying berhasil membuktikan bahwa ia adalah pemenang, karena ia telah berani menghadapi tantangan dan tidak mengenal kata menyerah.
Adegan yang membuat airmata menetes adalah ketika Le Ying melewati deretan jendela saat berjalan menuju ring pertandingan. Muncul bayangan Le Ying di masa lalu mengiringi langkah Le Ying sang petinju, seraya memberi semangat dan senyum.
Le Ying, telah melalui sebuah perubahan besar dalam hidupnya melalui olahraga. Ia yang dulunya terlalu baik, rela berkorban meski hatinya sakit, dan butuh pengakuan juga penerimaan sekitar, kini memandang hidup dari sisi yang berbeda. Bahwa ada batasan dalam setiap kebaikan. Seperti tersaji dalam dialog bersama sang ayah.
Le Ying: “If you had a big apple and a small apple, and your friend really wanted one, which would you give?”
Dad: “If it were my friend, I would of course offer the bigger one. What about you?”
Le Ying: “I would give both.”
Dad: “Well, then my daughter must have many friends.”
Le Ying: “Not really. My friends believe I don’t like apples.”
Dad: “So, now you don’t give them any?”
Le Ying: “Now? Now … it depends on my mood.”
Sebuah inspirasi yang disajikan dengan begitu manusiawi.
Siapa sih yang dalam hidup tak pernah mengalami perundungan, penolakan, pengkhianatan, kekalahan, kesalahan, hingga kesedihan? Mereka yang berhasil menghadapi dengan senyuman, itulah wujud kemenangan.
Film ini diproduksi dalam kurun waktu yang lama. Jia Ling, sang pemeran utama, benar-benar berlatih keras untuk bisa memerankan dua karakter berbeda. Le Ying di masa lalu dengan bobot tubuh lebih dari 100kg, hingga menjadi petinju dengan bobot 50kg lebih ringan. Keren, kan?
Kisah yang sangat menarik dan hangat, hingga bisa ditonton bersama keluarga. Memberikan jamuan bagi setiap jiwa untuk berani keluar dari kesedihan dan fokus menghadapi kehidupan.
Jia You!
Love,
ᴿᵉʳᵉ
Pic taken from: nianlife


Leave a comment